PERHITUNGAN MATEMATIKA DALAM MENGANALISA PERSEBARAN COVID-19

COVID-19


COVID-19 atau yang biasa disebut Corona Virus, merupakan virus baru yang berasal dari Wuhan, China yang menyebar sangat cepat dan menyerang sistem pernapasan. WHO telah menetapkan virus ini sebagai Pandemi.

 Maraknya penyebaran penyakit yang diakibatkan oleh virus COVID-19 yang telah ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada tanggal 12 Maret 2020, melahirkan begitu banyak kecemasan dan spekulasi dari berbagai pihak. Walaupun SOP pandemi segera ditindaklanjuti oleh pemerintah, namun berbagai macam isu dan sebaran berita dengan beragam kemungkinan semakin mencemaskan masyarakat. Menurut sejarawan medis Howard Markel, M.D., Ph.D., seorang pakar Universitas Michigan yang telah mempelajari efek dari tanggapan yang serupa terhadap epidemi masa lalu, hal ini benar-benar sangat diperlukan. "An outbreak anywhere can go everywhere. We all need to pitch in to try to prevent cases both within ourselves and in our communities.". Hal ini dapat diartikan bahwa tindakan pencegahan sesuai dengan SOP pandemi harus dijalankan tanpa perlu menunggu kasus berada pada jumlah tertentu. Karena bisa jadi hal tersebut terlambat untuk dilakukan.

      Menurut saya hal-hal tersebut tidak benar-benar digolongkan sebagai hasil pemodelan tetapi cenderung menjadi hasil awal para ahli pemodelan tersebut". Sebagai seorang pembelajar yang telah bergelut lama dengan model matematika epidemiologi, kami memberanikan diri untuk menuliskan fakta yang didapat dari sumber-sumber yang diasumsikan “baik”, data serta perhitungan sederhana untuk memberikan analisa terkait laju kenaikan kasus penyakit ini dari sisi dinamika data dan estimasi parameter yang dihasilkan dengan membandingkan laju kenaikan data insiden di beberapa negara. Dalam hal ini beberapa negara dipilih sebagai acuan untuk menentukan parameter model. Data negara yang digunakan adalah China, Korea Selatan, Italia, Iran, dan USA. Negara-negara tersebut dipilih karena infeksi yang terjadi cukup massif.

Berikut rincian data kasus positif virus corona (Covid-19) di 32 provinsi per 31 Maret 2020:

DKI Jakarta
Terkonfirmasi positif: 747
Sembuh: 48
Meninggal: 83


Jawa Barat
Terkonfirmasi positif: 198
Sembuh: 11
Meninggal: 21


Banten
Terkonfirmasi positif: 142
Sembuh: 2
Meninggal: 4


Jawa Tengah
Terkonfirmasi positif: 93
Sembuh: 0
Meninggal: 7


Jawa Timur
Terkonfirmasi positif: 93
Sembuh: 16
Meninggal: 8


Sulawesi Selatan
Terkonfirmasi positif: 50
Sembuh: 0
Meninggal: 1


Daerah Istimewa Yogyakarta
Terkonfirmasi positif: 23
Sembuh: 1
Meninggal: 2


Kalimantan Timur
Terkonfirmasi positif: 20
Sembuh: 0
Meninggal: 0


Sumatera Utara
Terkonfirmasi positif: 19
Sembuh: 0
Meninggal: 1


Bali
Terkonfirmasi positif: 19
Sembuh: 0
Meninggal: 2


Papua
Terkonfirmasi positif: 10
Sembuh: 0
Meninggal: 0


Kalimantan Barat
Terkonfirmasi positif: 9
Sembuh: 2
Meninggal: 2


Kalimantan Tengah
Terkonfirmasi positif: 9
Sembuh: 0
Meninggal: 0


Sumatera Barat
Terkonfirmasi positif: 8
Sembuh: 0
Meninggal: 0


Lampung
Terkonfirmasi positif: 8
Sembuh: 0
Meninggal: 0


Kalimantan Selatan
Terkonfirmasi positif: 8
Sembuh: 0
Meninggal: 0


Kepulauan Riau
Terkonfirmasi positif: 7
Sembuh: 0
Meninggal: 1


Aceh
Terkonfirmasi positif: 5
Sembuh: 0
Meninggal: 0


Sumatera Selatan
Terkonfirmasi positif: 5
Sembuh: 0
Meninggal: 2


Nusa Tenggara Barat
Terkonfirmasi positif: 4
Sembuh: 0
Meninggal: 0


Riau
Terkonfirmasi positif: 3
Sembuh: 0
Meninggal: 0


Sulawesi Tengah
Terkonfirmasi positif: 3
Sembuh: 0
Meninggal: 0


Sulawesi Tenggara
Terkonfirmasi positif: 3
Sembuh: 0
Meninggal: 0


Jambi
Terkonfirmasi positif: 2
Sembuh: 0
Meninggal: 0


Kepulauan Bangka Belitung
Terkonfirmasi positif: 2
Sembuh: 0
Meninggal: 0


Kalimantan Utara
Terkonfirmasi positif: 2
Sembuh: 0
Meninggal: 0


Sulawesi Utara
Terkonfirmasi positif: 2
Sembuh: 1
Meninggal: 0


Papua Barat
Terkonfirmasi positif: 2
Sembuh: 0
Meninggal: 1


Bengkulu
Terkonfirmasi positif: 1
Sembuh: 0
Meninggal: 1


Sulawesi Barat
Terkonfirmasi positif: 1
Sembuh: 0
Meninggal: 0


Maluku
Terkonfirmasi positif: 1
Sembuh: 0
Meninggal: 0


Maluku Utara
Terkonfirmasi positif: 1
Sembuh: 0
Meninggal: 0


Dalam proses verifikasi di lapangan: 28 kasus positif.
Dari hasil simulasi diatas, profil epidemi COVID-19 di Indonesia sebagai berikut:
a. Mulai epidemi               : awal Maret 2020
b. Puncak epidemi             : akhir Maret 2020
c. Akhir epidemi                : pertengahan April 2020
d. Jumlah kasus maksimal : > 8000 kasus di Indonesia
e. Kasus baru terbesar        : ± 600 kasus 


Komentar